Tuesday, April 28

Rynettadecosta (part 1)

Pagi ini pukul 6.00 gue sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Nama gue Rynetta Georgiana Claire, biasanya gue dipanggil Ryne ( Raine ). Umur gue 13 tahun. Gue sekolah di SMP Pelita Bangsa kelas VII. Hari ini adalah hari pertama gue di SMP. Sama seperti murid lainnya, gue juga merasa gugup dan takut. Gak lama kemudian “ Pak Dadang, ayo aku mau ke sekolah nih “ kataku dengan lantang. Dan Pak Dadang pun menjawab, “ Iya Non Ryne, saya juga sudah siap dari tadi “. Dan Honda jazz berwarna merah pun melaju menuju SMP Pelita Bangsa. Beberapa menit gue di mobil dan ternyata jengjeng udah sampe sekolah. Gue pun keluar dari mobil dan langsung menuju koridor lantai satu, pas gue ada di depan Laboratorium Bahasa gue baru sadar, gue gak tau harus masuk kelas VII berapa.

“ Hhhuuuhh, bego bego bego deh Ryne. Gue kan gak tau masuk kelas berapa. Kemaren gue gak sempet nanya mama, mama pulangnya malem sih “, kata gue sambil menggerutu.

Dan dengan inisiatif gue sendiri, gue nelfon mama.

“ Halo, ma. Aku masuk kelas VII berapa sih? “ kata gue dengan nada panik.

Dengan santainya mama jawab,

“ Kamu masuk kelas VIII-D, Ryne. Emangnya kenapa sayang? “.

“ Oh VII-D ya ma. Yaudah makasih ya ma, daaaaa mama “ kata gue yang langsung mengakhiri pembicaraan saking paniknya ( maaf ya ma, lagi buru – buru hihi ).

Setelah sampe di kelas VII-D gue mulai melirik sana sini untuk mencari tempat duduk. Kebetulan saat itu keadaan kelas sedang lumayan sepi, hanya ada beberapa orang disana. Dan gue nemuin ada tiga bangku yang kosong, dua kursi di satu meja ada di paling pojok belakang dan yang satu lagi ada di tengah kelas. Gue Gue milih duduk di kursi yang paling belakang itu. Dalam pikiran gue bodo amat deh nanti duduk sama siapa. Gak lama setelah gue naro tas di kursi yang mau gue tempatin itu, ada seorang cowok yang dateng. Cowok itu terlihat cool, manis, dan gaul. Gue berharap banget dia mau duduk sama gue. Tapi, dia lebih milih duduk di tempat yang di tengah itu. Karena gue gak mau nyia – nyiain kesempatan ketemu sama pangeran yang kayak dia, gue langsung menghampiri dia,

“ Hey, nama gue Ryne. Nama lo siapa? “ kata gue dengan sedikit salah tingkah gitu deh hahaha.

“ Nama gue Revinno Jonathan Decosta, panggil aja Revi. Oh ya, lo anak kelas ini juga ya. Tadi gue kira lo itu hantu penunggu kelas ini loh hahaha, maaf ya Ryne ” kata Revi dengan raut wajah yang ceria.

“ Ya ampun, masa gue yang cantik kayak gini di kira hantu sih. Ada – ada aja lo, Vi “ kata gue menyambung obrolan Revi.

“ Ryne maaf ya, sebenernya gue masih mau ngobrol sama lo tapi gue ada janji sama temen gue “ kata Revi dengan tulus

“ Yaudah gak papa kok Revi lagian lo kan udah janji, jadi harus di tepatin ya “ kata gue.

Akhirnya Revi pun pergi untuk menepati janji itu. Ternyata Revi itu baik dan ramah banget ya. Gak nyangka deh gue bisa ketemu orang kayak dia. Setelah bayangan gue terbang semakin tinggi dan tinggi datang satu cowok lagi. Dalam pikiran gue, mungkin dia juga sama baiknya kayak Revi. Gue pun melakukan hal yang sama seperti yang gue lakuin ke Revi.

“ Hey, nama gue Ryne. Nama lo siapa ya? “, kata gue

“ Oh Rein, nama gue Deas. Ada kursi yang kosong gak? “, kata si Deas itu dengan tampang yang gak enak banget di liat.

Ada, tinggal satu. Berarti lo temen sebangku gue ya. Salam kenal ya Deas. Oh iya satu lagi nama gue itu Ryne bukan Rein “ kata gue

“ Oh sama lo ya. Yaudah gak papa deh kalo tinggal itu. Salam kenal juga”, kata Deas dengan tampangnya yang dingin itu. Dia pun langsung pergi gak tau kemana.

Gak lama kemudian bel bunyi “ KRIIIIIIIINGGGGG “, semua murid SMP Pelita Bangsa masuk ke kelas mereka masing – masing. Karena ini hari pertama jadi masih perkenalan dulu antara satu dengan yang lain. Aduh gue malu nih, soalnya nanti di suruh ngenalin diri ke temen – temen di depan kelas. Mana nanti ada si Revi lagi, aduuuuh jadi malu deh gue hahaha. Satu demi satu murid di kelas VII-D mengenalkan diri mereka ke murid lainnya di depan kelas dan sebentar itu giliran gue. Oh God! Can you help me?. Sebelumnya gue minta dukungan dari si Deas, ya gue pikir dia itu orang yang tempat duduknya paling deket sama gue, jadi gue minta dukungan dia aja.

“ Deas, doain gue ya, biar gak gugup nanti “ kata gue dengan kaki yang gemetaran

“ Iya deh “, kata Deas dengan nada kayak terpaksa gitu

“ Rynetta Georgiana Claire, ayo maju “ kata Bu Diane

Gue pun langsung loncat dari kursi gue saking gugupnya. Di depan kelas gue memperkenalkan diri gue

“ Nama saya Rynetta Georgiana Claire, panggil aja Ryne. Saya berasal dari SD Pelita Bangsa II “ kata gue dengan nervous nya

“ Terima kasih Ryne, silahkan kembali ke tempat duduknya “ kata Bu Diane

About Me

My photo
I've a lot history. Colorful life is awesome with a colorful person. Me, the future of structural engineer. Half of my story is absurd